Dia (ter)istimewa
Dia datang bukanlah sebagai penulis
kisah indah
yang mampu memenuhi perpustakaan hati(ku),
melainkan,
Dia datang tanpa kata,
namun,
diseluruh perpustakaan hati (ku)
telah dipenuhi buku-buku yang bercerita tentang dia
yang mampu memenuhi perpustakaan hati(ku),
melainkan,
Dia datang tanpa kata,
namun,
diseluruh perpustakaan hati (ku)
telah dipenuhi buku-buku yang bercerita tentang dia
Dia bukanlah seorang penulis dan
pengarang lagu,
yang lagunya bisa diperdengarkan indah dihadapan(ku),
melainkan,
Dia datang sebagai tema lagu,
yang melodinya akan menggema (selalu) dalam pikiran dan hati(ku)
yang lagunya bisa diperdengarkan indah dihadapan(ku),
melainkan,
Dia datang sebagai tema lagu,
yang melodinya akan menggema (selalu) dalam pikiran dan hati(ku)
Dia datang bukan sebagai malaikat
yang selalu membawa bahagia dan senyuman,
melainkan,
Dia datang sebagai pelengkap hidup(ku),
yang akan berbagi suka duka (disisa usiaku)
yang selalu membawa bahagia dan senyuman,
melainkan,
Dia datang sebagai pelengkap hidup(ku),
yang akan berbagi suka duka (disisa usiaku)
Dia datang bukan sebagai titisan
dewa,
yang bisa mengabulkan semua ingin(ku),
melainkan
Dia datang sebagai sosok biasa,
yang (belajar) membuat(ku) gembira
yang bisa mengabulkan semua ingin(ku),
melainkan
Dia datang sebagai sosok biasa,
yang (belajar) membuat(ku) gembira
Dia
datang bukan dengan sayap putih nan indah,
tetapi,
Dia datang membawa seuntai kepercayaan dan aku percaya,
Dia mampu membawa(ku) terbang tanpa takut dan ragu
tetapi,
Dia datang membawa seuntai kepercayaan dan aku percaya,
Dia mampu membawa(ku) terbang tanpa takut dan ragu
Dia
datang bukanlah sebagai seorang sempurna,
yang mampu berbuat apa saja,
melainkan,
Dia datang sebagai sosok apa adanya,
tetapi,
mampu membuat(ku) takjub, gusar dan terpesona
yang mampu berbuat apa saja,
melainkan,
Dia datang sebagai sosok apa adanya,
tetapi,
mampu membuat(ku) takjub, gusar dan terpesona
Dia
datang bukanlah sebagai seorang egois,
acuh dan tanpa makna,
melainkan,
Dia datang dengan beribu harapan(ku) didalamnya,
yang mampu membuat tercengang,
kadang benci tapi rindu
acuh dan tanpa makna,
melainkan,
Dia datang dengan beribu harapan(ku) didalamnya,
yang mampu membuat tercengang,
kadang benci tapi rindu
Dia datang bukanlah sebagai seorang pengecut, penakut,
dan gentar menghadapi dunia,
melainkan,
Dia datang sebagai jiwa yang berani, tegas, setia dan bertanggung jawab
dan gentar menghadapi dunia,
melainkan,
Dia datang sebagai jiwa yang berani, tegas, setia dan bertanggung jawab
Dia
datang bukanlah sebagai paranormal,
yang tahu segala (inginku),
segala yang ada di hati dan pikiran(ku),
melainkan,
Dia datang sebagai sosok yang (akan) belajar mengerti ,
menyayangi dan mencintai(ku)
yang tahu segala (inginku),
segala yang ada di hati dan pikiran(ku),
melainkan,
Dia datang sebagai sosok yang (akan) belajar mengerti ,
menyayangi dan mencintai(ku)
Dia
datang bukanlah sebagai manusia yang lahir,
pergi dan mati, begitu saja,
melainkan,
Dia lahir, hidup dan akan menemani juga melengkapi hidup(ku)
hingga Maha Cinta memanggil(kami), selamanya
pergi dan mati, begitu saja,
melainkan,
Dia lahir, hidup dan akan menemani juga melengkapi hidup(ku)
hingga Maha Cinta memanggil(kami), selamanya
...

0 komentar:
Post a Comment