senja ini, begitu indah kupandangi warna pelangi yang melengkung di kaki-kaki langit.
begitu lega kuhirup udara yang menyisir di antara tiang-tiang bambu di istana langitku.
aku ingin....
menjadikan dia, sebagai pengantin suci di setiap detik embusan nafasku,
membiarkan pundakku menjadi sandaran lelah dan manjanya.
maafkan aku,
memang ragaku milikmu,
tapi hatiku miliknya.
syahdu dan mematikan...
apa kamu terima ?
kalau tidak, bunuh saja aku !
