TERKADANG, saat kau merasa butuh, apapun akan kau lakukan untuk mendapat yang kamu inginkan. Tak peduli, sebatas apa kemampuanmu.
Sial, saat itu kau tak tahu jebakan dahsyat penuh resiko menanti dihadapanmu dan sekelibat mata kamu bisa saja menjadi korban. jlek, selamat tinggal untuk selamanya.
;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;
Hey sunshine, bisa kah kau mendengar teriakanku ?
Aku ingin kau menjadi dirimu. Kau yang akan menjadi terang ketika semua orang menatapmu penuh kekaguman, dan jangan takut, aku akan selalu disini walau sinarmu telah redup dan walaupun mereka tak pernah tahu, juga masa bodoh denganmu, kala itu.
Ah... ruming. Kau ataupun aku, sebenarnya juga tak paham. Semua terjadi begitu saja.
Pasti, bukan suatu kebetulan, karena sebelumnya aku ataupun kamu hanya bisa melihat dari jauh.
Anehnya, kenapa mereka hanya diam, malah takjub memandang ke arah kita ?
Bahkan awan dan hujan yang sering mereka benci, sekarang, menjadi penonton setia kisah kita.
Entahlah, aku belum mengetahui siapa kamu sebelumnya, dan mungkin aku kalah waktu dengan dia. Tapi tak masalah, aku bisa menangkap sinarmu seribu kali, bukan, sejuta kali, bukan juga, lebih dari itu dan mungkin tak pernah bisa kau menuliskan berapa kali perbandingan itu. Sok kuat ? mungkin, tapi inilah aku. Dengan hanya memiliki dua tangan yang akan berusaha mengumpulkan sinarmu dikala oranglain hanya melihat, tertegun, terpesona melihat indahnya dirimu,. dengan tangan ini pulalah aku akan mengembalikan sinarmu, dikala sinarmu telah redup.
Kamu, teruslah menjadi yang terhebat (untukku). Tidak usah memaksa, seperti yang sering kau ucap tetaplah jadi dirimu sendiri, dihadapanku. Jangan pernah menutupi air mata yang sudah tak terbendung, itu pintaku, buatmu.
Aku bisa,...
ya, pasti bisa melihat air matamu, walau telah kamu sembunyikan dalam terang, yang mempesona itu.
