sudah seharusnya, ku melangkah mendaki babak baru.
menjemput bahagia yang sempat tertangguhkan.
sudah saatnya, aku harus melupakanmu,
bukan inginku, sebenarnya.
tapi tetap, kau bukan milikku.
apa daya,
aku kalah dengan dia,
kalah berperang, bertaruh hatimu.
mungkin saatnya, aku belajar menjadi teman saja,
tetapi,
aku kan tetap setia menjadi tiang dan jembatan untukmu,
tanpa sebab, tanpa pamrih.
selamat berbahagia, kamu
Saturday
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Powered by Blogger.

0 komentar:
Post a Comment