kita,
bagaikan hujan dan api..
tak pernah bersama,
tak pernah satu,
tapi...
itu kata mereka,
bukan dari dan untuk kita.
saat ini,
aku meyakini,
kau milikku....
meski sampai detik ini,
aku tak tahu kuas sebesar apa yang terjepit antara jemari Tuhan,
saat melukis kisah kita,
meskipun aku juga tak tahu,
sebesar apa samudra yang tersimpan antara dada dan punggungmu.
aku hanya tahu,
kamu : sebesar dan sedalam samudra dirimu yang tersimpan antara hati dan ingatan.

0 komentar:
Post a Comment