sejak hari itu, aku mengingatmu...
dengan lantang kau bisikkan kata pada mereka,
setidaknya, itu yang dapat ku cerna.
setelah itu, aku terus mencari jejakmu dimanapun itu, tanpa ragu.
meski hanya sekedar semu bayangmu yang aku dapat, yang aku cetak dalam lamunanku.
kenapa hadirmu yang secepat embun itu menancapkan gelisah hingga aku tak mampu melukiskan kekuatan apa yang sebenarnya telah menggerogoti perasaanku ???
ternyata, rasa itu datang begitu saja.
kau tahu aku miliknya,
aku tahu kau milik dia, yang lain.
sadarkah ?
semestinya tidak seperti ini,
tapi aku tak bisa mengkhianati diri.
"aku mecintaimu", ucapku jujur malam itu.
kau tersenyum...
memelukku erat.
biarlah...
cerita ini kita saja yang tahu.
