Thursday

Bertahan

 Sabar telah kutebar untuk tinggal di dalam debar,
 bertahan...

 Hati bergetar seakan angin berkata tegarlah dalam penantian...

 Kemudian,
 Ijinkanku mereguk asa yang kian terasa,
 melepas sukma,
 mengaduh dalam tawa.


 Mungkin hanya insan biasa,
 tapi aku sanggup jadi dewa,
 bila kau tahu.


 Sepucuk rindu tak cukup pantas,
 bila ia harus memapahku ke arahmu,
 singgasana, dekat denganmu. 


 Bukan..
 itu bukan aku,
 bukan juga kamu...

 #kita

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.
© Secret Letter | Powered by Blogger | Happy Day Template designed by BlogSpot Design - Ngetik Dot Com