Friday

Nasib Mawar


seuntai mawar merah indah merekah menangis dalam kelam,
terlihat tangannya memegang anak panah...



sejenak, dia terdiam 
kemudian kembali terisak



tak berapa lama, 
tangan kanannya membimbing anak panah itu memutuskan urat nadinya,
warna merah, semakin merah.



sebuah suara menghentikan ujung anak panah dan nadinya,


suara hujan, itulah dia


tak lama, 
hujan mengguyur tubuhnya

merah pun hilang,
tinggal putih yang tersisa.

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.
© Secret Letter | Powered by Blogger | Happy Day Template designed by BlogSpot Design - Ngetik Dot Com