seuntai mawar merah indah merekah menangis dalam kelam,
terlihat tangannya memegang anak panah...
sejenak, dia terdiam
kemudian kembali terisak
tak berapa lama,
tangan kanannya membimbing anak panah itu memutuskan urat nadinya,
warna merah, semakin merah.
sebuah suara menghentikan ujung anak panah dan nadinya,
suara hujan, itulah dia
tak lama,
hujan mengguyur tubuhnya
merah pun hilang,
tinggal putih yang tersisa.

0 komentar:
Post a Comment