Thursday

H - 16 "Message"



Hiruk pikuk masa lalumu terus saja berlarian menuju arahku. 

Sial, sempat aku terpengaruh dan resah.
dan untuk kesekian kali, hatiku memenangkanmu.

Mulai detik ini, aku hanya akan mendengar, apa yang kamu katakan, bukan mereka.
biar saja mereka berceloteh riang, memamerkan kenangan.
benar, “hanya kenangan”.

Awalnya, aku tak punya nyali untuk menuliskan ini, tetapi entah…
ingatan seperti apa yang bisa membujukku.

                   “Kau Pantas di Tunggu”

ya, walau mungkin bumi takkan berputar dan mentari takkan bersinar, lagi.

                                                ***

“menunda perjumpaan” membuatku mengerti seberapa berharga dirimu buatku.
Kamu, hanya kamu yang aku tuju.
Saat kau meratap dan tertawa, aku ingin disana, disampingmu,
Saatku berpijak dan melangkah, aku ingin kau disini, temaniku.


3 comments:

  1. Mulai detik ini, aku hanya akan mendengar, apa yang kamu katakan, bukan mereka.
    biar saja mereka berceloteh riang, memamerkan kenangan.
    benar, “hanya kenangan”.
    wah .. nyuindir ini :o

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, kok ngerasa sih non ?
      padahal aku g menyinggung tentangmu. _"

      Delete
  2. yah maksudku nyuindir .. entah aku ato yang lain neng :)

    ReplyDelete

Powered by Blogger.
© Secret Letter | Powered by Blogger | Happy Day Template designed by BlogSpot Design - Ngetik Dot Com