waktu adalah sahabatku
yang setia mengajarkan kesabaran
untuk bisa sampai disuatu waktu
betapa tidak sabarnya aku menunggumu
waktu
halaman telah kuukur berulang kali
dipagi dan sore hari, jalan kaki
nafas telah kulatih panjang dan dalam
di lobang pintu selagi dikunci
betapa tidak sabarnya aku menunggumu
waktu
sambil menghitung butir-butir
jagung dalam ompreng atau
merimbang pasir dalam nasi
aku telah menantimu siang malam
sambil berdiskusi, belajar tanpa buku
dan pensil, dari kepala ke kepala
aku menantimu
sambil mengenang manisnya
sebuah kunjungan dan kiriman di ruang pertemuan
oi, betapa tidak sabarnya
aku - kau jua yang mengajarkan
aku - dengan penuh
persiapan menyosongmu
#TJB
Sunday
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Powered by Blogger.

0 komentar:
Post a Comment