Saturday

Tujuh bulan "nya", I

Lama dan sungguh melelahkan, ingin mengenalmu.

"Kamu cantik, tetapi tak menarik bagiku", singkat tapi sungguh tajam. Itulah kalimat
 pertama yang aku dapat darimu.

Mulanya, aku ingin menyerah tetapi kata-katamu itu membuat semangatku bangkit.

.......................................................................
18.00, in satnit

"hari ini semua mau ke plaza, kmu ikut?", pesan singkatnya terbaca olehku.
"enggak!, tidak minat", balasku cepat.

^tiga bulan, dan dia mulai menganggapku^

"malam ini, apa rencanamu?", tanyanya ingin tahu.
"ingin lebih mengenalmu", tulisku tanpa berpikir panjang.

tak lama, setelah pesan singkatku terkirim, HP ku berdering.

"aku di depan kosmu, keluarlah!", ucapnya.
"ha?????", respondku.
tut... tut...tut....., telpon nya mati.

terpaksa aku keluar, kuliat dy dan motornya sudah siap menungguku.

aku datang, menghampirinya. tanpa sepatah kata.
"aku mau kesini", sederet list di tunjukkan padaku.
"oh iya, besok rapat proker, dia ketupelnya", pikirku.

"baiklah, tunggu sebentar", kataku.

Malam itu, memang sungguh dingin. Jaket tebal dan sleyer dia kenakan. Sebenarnya dia alergi dingin, tetapi entah kenapa dia mau pergi malam itu.

"Kita ke alun-alun dulu, kamu sangat menginginkannya, bukan begitu?", tanyanya dan tak membutuhkan jawabanku, dia langsung bergegas.

Berjalan santai, kami berdua, menikmati malam, aneh, tetapi menarik.
Entah, apa yang dia pikirkan, entah dimana posisi ceweknya kala itu. Yang pasti dia sekarang bersamaku. Focus pada satu orang, aku.

Tingkahku yang tak pernah bisa diem, aneh, dan tak bisa ditebak, membuatnya semakin ingin bersamaku, atau malah muak. Aku tak tahu, yang pasti dia tersenyum kala itu.

"mbak, tiketnya 4 ya", pintaku yakin.
"ini mbak", ujarnya.

"baiklah, malam ini kan ku bawa kau ke dalam duniaku". Dia memandang aneh, kemudian tersenyum.
Empat kali, kami memutari lingkaran udara ini, melihat bintang "palsu", yang tak kalah menarik.
"tak kusangka, duniamu indah, baru sekali ini aku melihatnya", katanya jujur.

"aku tadi bawa ice cream, bukannya kamu sangat suka ice cream?!", tanyanya.
"hm..", aku tersenyum.

"dia, begitu hangat", kataku dalam hati.














0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.
© Secret Letter | Powered by Blogger | Happy Day Template designed by BlogSpot Design - Ngetik Dot Com