♥ Mendekap tulus. Ditimang keakuan perasaan
yang
melukis pagi. Tak ada lagi yang tersembunyi. Senyata mentari,
kuakui terpasungnya cinta pada satu hatimu.
I love you
melukis pagi. Tak ada lagi yang tersembunyi. Senyata mentari,
kuakui terpasungnya cinta pada satu hatimu.
I love you
♥ Luruh sudah kata-kata itu. Setelah bermalam-malam
kuhidangkan rindu dan hati untukmu, kudapati jua lugu
keakuanmu tumpah tanpa sekat semu. Terima kasih
untuk balas cintamu.
♥ Tak usai memamah kangen yang hanya kualamatkan
untukmu, satu.
hari ini, masih saja kalam batinku mencatat setiap jejak
indah yang tercipta bersamamu.
esok dan nanti, kuyakin akan sama. Kamu lagi,
kamu lagi...
♥ Tak ingin lagi berdebat dengan situasi yang membelenggu
hati dan memojokkan logika dalam ketidakpastian.
Inginku kini hanya mengabdi pada cintamu, satu.
Itu saja.
♥ Keakuanku telah menembus batas puncak nalar.
Hanya bisa terjamah oleh kalam perasaan.
Tak peduli sekat menyekat di setiap jejak,
aku selalu percaya: apapun akhir yang menyudahinya
tak pernah ada kata salah meluluhkan cinta
hanya untuk satu nama.
♥ Cinta itu cukup rasakan saja, tak lebih!
ketika ada syahdu merunut hari, ketika ada nyaman menyelinap
dibalik sepi, yakinkan saja itu cinta.
dan, cinta seperti itulah yang semestinya kita makan
mentah-mentah tanpa sisa.
#Cinta Itu, Kamu ^Moammar Emka^

0 komentar:
Post a Comment