Tuesday

SPASI

tak semudah itu...
juga tak seindah dulu.


selasa 19 maret 2013

adakalanya kita mengerti tentang apapun meski sekedar celah kecil yang tak mungkin berbahasa. ataupun dengan kekosongan yang tanpa sadar pernah bahkan sering menyentuh kita. entah untuk alasan apa, menghindar selalu saja menjadi andalan dalam menghadapi hidup. meskipun itu kamu, yang sempat menghapus ciuman luka-lukaku.

bahagiakah aku ?
aku masih seperti yang sangat kau kenal,dulu.  tak mudah menemukan jawabnya. bahkan embun pagipun tak bisa membantuku menjawab. apa mungkin semua karena mu?  kamu, yang doanya tak lagi mengiriku. apa benar pula kata mereka, kini aku mengingatmu yang sedang mengingatnya. 

            "ah, aku memang tak seberani dia yang terlihat lihai memelukmu." 


sejenak, ini begitu menguntungkan. aku berhasil mencipta spasi. benar. spasi yang memberiku kesempatan untuk menghela nafas dan menyusun kembali kata demi kata. kemudian, tanpa sengaja harappun tiba, supaya aku tak pernah lupa menaruh spasi-spasi disana. untukmu, hanya untukmu. supaya kamu mudah mengertikannya.

SPASI, selalu saja mengisi cerita kehidupan yang menghembuskan banyak rasa. pun untuk waktu-waktu yang dipilih agar bisa mengisi hening diantaranya.

adalah spasi yang ku harapkan muncul sebagai perantara disaat cerita kita tak lagi utuh. 

pernah, aku berpikir tak akan menaruh spasi disetiap kata, kalimat atau paragarafku. itu karena aku ingin kau bertanya padaku "apa maksud tulisanmu ini?". aku ingin kau mengeja setiap tulisan yang tertera hingga mungkin kau tak sanggup lagi berkata tentang rasa yang pernah aku jaga untukmu. 


Ah ya, setelah detik-detik yang selalu membuatku bergetar karena spasi menyertai, mengisi untuk menyelaraskan. Namun, aku tak ingin jika spasi ini berlanjut dan ia tak menyediakan ruang untuk tulisan-tulisanku hingga tak sedikitpun menyisakan makna yang sejatinya. Kemudian, haruskah ku beralih meminta pada petik, koma, dan titik menspesifikasi agar menjadi suatu tulisan yang sempurna?

Maka, demikianlah spasi hadir untuk setiap kata, setiap cerita, dan setiap kita bahwa hidup tak selalu terus menerus berjalan. Melainkan ada saja celah yang sengaja hadir untuk setiap yang akan ingin beranjak bersamanya. Bersama spasi, cerita kita akan lebih meneduhkan setelah kata demi kata tersusun panjang menarik kita untuk mengerti.

*hey kamu, apa kabar ? aku kangen. bisakah kamu menemani setiap detikku seperti dulu? aku, dipenuhi kekosongan. tak ada lagi kamu disisiku. tak ada yang menenangkan ketika aku meluap-luap, tak ada lagi yang celotehnya sering aku abaikan.

3 tahun, kayaknya begitu singkat untuk bisa terus bersama. aku ingin lebih dari itu. bahkan detik ini. ketika mereka semua bercanda tawa riang dengan sesama mereka, aku hanya bisa mengenangmu dan mengenang semua kisah yang pernah kita alami. skripsiku, matematikaku, ujianku, ah... sepertinya semuanya. semua takkan lengkap tanpamu. aku ingin kamu disini. bisakah kita saling membantu seperti dulu? ah, agaknya aku salah. bukan saling, tapi kamulah yang selalu memahamiku. 

terimakasih telah menjadi sahabat terbaikku. maaf kalau aku selalu saja seperti ini, merepotkanmu.
aku kangen kamu. :*

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.
© Secret Letter | Powered by Blogger | Happy Day Template designed by BlogSpot Design - Ngetik Dot Com