Tuesday

Meski

pernah ada sebuah rasa yang tak pernah terungkap, meski hanya dengan kata. tentang tawa yang tak mau tertera atau tentang luka yang tak pernah mau dikata. ah, semua sama. berlalu.

mungkin bagi sebagian tak perlu tahu apa yang menjadi tujuan sebenarnya, tetapi bagiku (kala itu) semua harus terencana secara rapi. meski hanya lukisan yang tak berwujud. lukisan penuh warna namun hanya semu ketika kau melihat terang disana. 

beredarlah....
waktu mencecar semua. sampai kadang tak ada frekuensi akibat getar tercipta. menghilang, aku tak sanggup menggenggamnya terlalu lama.

pita-pita magnet itu bisa saja (memang benar) ada. namun sampai kini aku pun tak tahu seperti apa simpul yang mengakibatkan semua tertawa atau menangis karena terluka. yang bisa aku tulis, aku pernah mencecap semua bahkan sampai aku sendiri tak mampu mengartikan ataupun bercerita. hati ini mati, meski hanya untuk menyentuh rasa yang sangat didamba itupun tak bisa apalagi berteriak, memekikkan apa yang aku percaya. 

ajaib,
semua telah terlewati. meski itu hanya duri-duri kecil atau karpet merah yang istimewa. tanpa direkayasa dan sangat sempurna. 


ku ketahui akhirnya, semua terangkum dalam DNA. benar, bagian terkecil yang membedakan kita.

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.
© Secret Letter | Powered by Blogger | Happy Day Template designed by BlogSpot Design - Ngetik Dot Com