Tak pernah ada yang tahu gimana jalan pikirku, begitu juga
dengan dia. Dia yang 5 tahun telah bersamaku. Menemani hari-hariku, mendengar
celotehanku, menerima luapan amarahku. Selain ayah, dia memang orang kedua yang
memahami gimana harus mengendalikan aku ketika aku marah.
Ceritaku ini bermula ketika 5 tahun lalu, disebuah perayaan
kemerdekaan RI. Kebetulan, sekolah tempatku menimba ilmu ikut berpartisipasi dalam
acara 3 malam itu dan Sebagai salah satu pengurus OSIS, aku harus bertanggung
jawab pada tugasku menjaga stand di acara itu walaupun disaat itu aku harus
belajar menghadapi olimpiade matematika. Untungnya, ketosku baik begitu juga
dengan kawan2 yang lain. Jadi tugasku cukup duduk dikasir, berteman dengan
uang…(asyik…:D)
Di hari pertama aku piket, datanglah seorang teman cewekku
bernama TIA. Dia sekolah ditempat yang sama denganku tetapi beda kelas, kamipun
mengikuti LBB ditempat yang sama. Tiba-tiba di belakangnya, muncul dua orang
cowok say “hay” kepadaku sambil tersenyum. Akupun tersenyum melihatnya. Tia
duduk disampingku menemani. Dua orang
itupun meminta TIA mengenalkan mereka kepadaku. “Fim, ni kakak kandungku…,
cakepkan?”, Tanya tia. Kakak tiapun menjulurkan tangannya padaku, ”HARI..”.
akupun terpaksa bersalaman dan bilang “fimma”. Tanpa peduli apa yang mereka
lakukan aku kembali pada buku yang sedari tadi menungguku untuk membaca dan
memahaminya. “fimma…,aku belum kenalan”, kata temen hari. Waduh orang ini,
mengganggu konsentrasiku saja, pikirku dan dengan terpaksa aku menanyakan
namanya pada temenku. “Arya”, kata temenku. Lagi-lagi aku terpaksa tersenyum
kearah mereka dan bilang, “iya arya”. Arya tersenyum padaku. Wow… tak pernah aku liat senyum semanis itu. J Tiba2 aku tersadar dan sekejap semua pikiran tentang dia hilang,
diganti oleh tumpukan soal didepanku.
Malam ke dua, aku mengikuti acara pentas seni di perayaan
HUT RI tersebut. Aku dkk memainkan komedi opera kecil2an. Tapi tak karu-karuan
dech hasilnya. Dan itu membuat orang-orang muak(mungkin siech karena aku tak
begitu peduli:D). setelah kumainkan peranku, aku berlari kearah stand menemui
ayah bunda yang telah menugguku untuk diajak pulang. Ditengah perjalanan menuju
stand, aku dengar seseorang berkata “sayang…”
dan kuliat dia membuka kedua tangannya menyambut kedatanganku. Apa?
Arya? Pikirku. aku berhenti sebentar kemudian berjalan lurus kea rah ayah
bunda tanpa mempedulikannya.
Pada malam ke tiga(malam terakhir perayaan itu) Tia
menemuiku. Dia bercerita kalau arya bertanya-tanya tentang aku. Akupun dengan
reflek meminta nonya… aku mengirim pesan singkat, kurang lebih seperti ini
“malem, km arya? Pgn tw aku? Datanglah ke stand mtsn sekarang!”, tidak ada 5
menit dia sudah sampai di hadapanku (Maklum stand dia dekat bagt dengan
standku). Dari jauh kami saling menatap dalam kejauhan, dan kemudian kembali melanjutkan aktivitas kami
masing-masing. Pukul 21.00, sahabatku datang bersama cowoknya. Dia memintaku
untuk menemaninya jalan-jalan. Ok, terpaksa aku ikut dan mengajak temenku cowok
untuk ikut(waktu itu aku g punya cowok). Ketika kami ber4 jalan mengelilingi lapangan, melihat-lihat
stand yang ada, kulihat bayangan arya membuntuti kami dan ketika aku lihat
kebelakang, tak ada arya. Persis seperti sinetron-sinetron itu. :P
Pukul 22.00 pun tiba. Aku dan temenku itu pulang melewati stand
arya. Arya melihatku dan berkata “dah mau pulang fim?, padahal aku pingin
ngmong ma km”. aku Cuma tersenyum lalu pergi meninggalkannya tanpa sepatah
katapun. Karena rumah ku dan lapangan cukup dekat, aku pulang di jemput om
dengan jalan kaki. Dan temenku tadi pulang dengan ayahnya. Ditengah perjalanan,
tali sepatuku lepas, aku bermaksud membetulkannya dan menyerahkan hpku pada
omku. “tit..tit..”, hpku berbunyi. “buka aja om”, pintaku. Kulihat omku membaca
pesan itu sambil tersenyum kemudian berkata “yakin mau pulang?, ntr nyesel….”,dengan
senyum genit. Aku terheran. apa sih maksdnya?. Dengan cepat kuambil hp yg dipegang om, lalu membacanya.
Message itu bertulis seperti ini, “fimma, aku tidak tahu siapa kamu, tidak tahu
dimana rumahmu, dan belum tahu siapa kamu. Mungkin ini malam terakhir kita
bertemu”. Selesai membaca aku mengabaikannya dan tak ada keinginan untuk
membalasnya. Malam pun berlalu dengan cepat karena aku sangat capek waktu itu.
Pagi harinya, aku harus segera pergi kesekolah dan mengikuti
sepeda hias. Aku diminta guruku untuk mengambil sepeda di rumah temenku. Ok,
aku matemenku bergegas kesana. Lagi-lagi ditengah perjalanan aku bertemu dengan
arya. Arya tersenyum dibelakangku ketika aku melihat belakang. Begitu juga yang
terjdi ketika kami ingin kembali ke sekolah setelah mengambil sepeda. Wah????.
Tadi malam dia mz aku seperti itu, dan sekarang ketemu??. Hm… bener2 dech…
Setelah itu, aku sering balas mznya. Dia juga sering
menjemputku di LBB. Tapi aku g pernah mau. Saat itu aku anti banget ma yang
namanya cowok. Tapi dengan kukuh dia tetap lakuin itu. Bikin sebal aja. Pernah
suatu ketika, temenku RIO harus kena getahnya. aku pegang kunci motornya dan tak ku pernolehkan dia pulang sebelum aku
dijemput ayah. Jahat bgt ya aku? “emang”J
Bulan ramadhan pun datang, dia sering ngebangunin aku untuk
makan sahur. Abis makan sahur, aku langsung ke kamar dan mzan dengannya.
*och ya, arya punya 2 sahabat, sebut saja eros n ayib.
Begitu jg denganku. Aku punya sebuah
group yang bernama diri “THE ANGLE” terdiri dari 6 orang ce yang aneh2...
Hari2pun berlalu. Kami semakin dekat. Dia sering kirim salam
lewat radio bersama sahabat karibnya. Begitu juga denganku. Sampai2, aku pernah
masuk ruang kepala sekolah bersama temenku, memakai telpon sekolah untuk on line. Hm… kurang ajar bagt cn???
Hehe..
Seperti biasa aku menjalani hari-hariku yang penuh warna itu
bersama temen-temenku. Tapi disuatu malam aku mimpi aneh. Aku dikejar-kejar
ular yang besar dan temen2ku hanya diem ja melihatku. Aku terbangun dan ku
lihat jam menunjukkan pukul 05.00. hufht…. sudah saatnya aku bangun dan
bersiap-siap kesekolah. Pukul 06.35 aku
berangkat sekolah. Maklum anak bandel, tiap hari telat. Dan guruku hafal dengan
aku. Tapi g pa2, yang penting sebanding dengan kemampuan, jadi g pernah
dihukum. Asyik….
Disekolah aku cerita dengan “the angle” mengenai mimpiku
semalam. Seorang dari mereka bilang kalau akan ada orang yang mengatakan rasa
sayangnya ke aku. “impossible”, pikirku. teman2 cowokku aja takut ma aku
sampai2 mereka bilang aku nie “singa betina” mana mau mereka sama aku. Tapi ga
apalah, siapa tahu juga. Hehe..
Pukul 03.15, tanggal 30 sep 2006 sehabis sahur, arya
mengutarakan rasa sukanya ma aku dengan cara yang aneh, berbelit-belit dan aku
tidak menyukainya. Hem… nie orang pikirku. tak puas dengan jawaban yang aku
berikan, arya mz. Tapi.. aku membalas begini “ok, aku jawab pertanyaan mu
dihari yang sama tahun 2008 mendatang”. Hm…
tobe countinued.....:)
tobe countinued.....:)


0 komentar:
Post a Comment