Saturday

About him... 1

-->
Tak pernah ada yang tahu gimana jalan pikirku, begitu juga dengan dia. Dia yang 5 tahun telah bersamaku. Menemani hari-hariku, mendengar celotehanku, menerima luapan amarahku. Selain ayah, dia memang orang kedua yang memahami gimana harus mengendalikan aku ketika aku marah.
Ceritaku ini bermula ketika 5 tahun lalu, disebuah perayaan kemerdekaan RI. Kebetulan, sekolah tempatku menimba ilmu ikut berpartisipasi dalam acara 3 malam itu dan Sebagai salah satu pengurus OSIS, aku harus bertanggung jawab pada tugasku menjaga stand di acara itu walaupun disaat itu aku harus belajar menghadapi olimpiade matematika. Untungnya, ketosku baik begitu juga dengan kawan2 yang lain. Jadi tugasku cukup duduk dikasir, berteman dengan uang…(asyik…:D)
Di hari pertama aku piket, datanglah seorang teman cewekku bernama TIA. Dia sekolah ditempat yang sama denganku tetapi beda kelas, kamipun mengikuti LBB ditempat yang sama. Tiba-tiba di belakangnya, muncul dua orang cowok say “hay” kepadaku sambil tersenyum. Akupun tersenyum melihatnya. Tia duduk disampingku menemani.  Dua orang itupun meminta TIA mengenalkan mereka kepadaku. “Fim, ni kakak kandungku…, cakepkan?”, Tanya tia. Kakak tiapun menjulurkan tangannya padaku, ”HARI..”. akupun terpaksa bersalaman dan bilang “fimma”. Tanpa peduli apa yang mereka lakukan aku kembali pada buku yang sedari tadi menungguku untuk membaca dan memahaminya. “fimma…,aku belum kenalan”, kata temen hari. Waduh orang ini, mengganggu konsentrasiku saja, pikirku dan dengan terpaksa aku menanyakan namanya pada temenku. “Arya”, kata temenku. Lagi-lagi aku terpaksa tersenyum kearah mereka dan bilang, “iya arya”. Arya tersenyum padaku.  Wow… tak pernah aku liat senyum semanis itu. J  Tiba2 aku tersadar dan sekejap semua pikiran tentang dia hilang, diganti oleh tumpukan soal didepanku.
Malam ke dua, aku mengikuti acara pentas seni di perayaan HUT RI tersebut. Aku dkk memainkan komedi opera kecil2an. Tapi tak karu-karuan dech hasilnya. Dan itu membuat orang-orang muak(mungkin siech karena aku tak begitu peduli:D). setelah kumainkan peranku, aku berlari kearah stand menemui ayah bunda yang telah menugguku untuk diajak pulang. Ditengah perjalanan menuju stand, aku dengar seseorang berkata “sayang…”  dan kuliat dia membuka kedua tangannya menyambut kedatanganku. Apa? Arya? Pikirku. aku berhenti sebentar kemudian berjalan lurus kea rah ayah bunda  tanpa mempedulikannya.
Pada malam ke tiga(malam terakhir perayaan itu) Tia menemuiku. Dia bercerita kalau arya bertanya-tanya tentang aku. Akupun dengan reflek meminta nonya… aku mengirim pesan singkat, kurang lebih seperti ini “malem, km arya? Pgn tw aku? Datanglah ke stand mtsn sekarang!”, tidak ada 5 menit dia sudah sampai di hadapanku (Maklum stand dia dekat bagt dengan standku). Dari jauh kami saling menatap dalam kejauhan, dan  kemudian kembali melanjutkan aktivitas kami masing-masing. Pukul 21.00, sahabatku datang bersama cowoknya. Dia memintaku untuk menemaninya jalan-jalan. Ok, terpaksa aku ikut dan mengajak temenku cowok untuk ikut(waktu itu aku g punya cowok). Ketika kami ber4  jalan mengelilingi lapangan, melihat-lihat stand yang ada, kulihat bayangan arya membuntuti kami dan ketika aku lihat kebelakang, tak ada arya. Persis seperti sinetron-sinetron itu. :P
Pukul 22.00 pun tiba. Aku dan temenku itu pulang melewati stand arya. Arya melihatku dan berkata “dah mau pulang fim?, padahal aku pingin ngmong ma km”. aku Cuma tersenyum lalu pergi meninggalkannya tanpa sepatah katapun. Karena rumah ku dan lapangan cukup dekat, aku pulang di jemput om dengan jalan kaki. Dan temenku tadi pulang dengan ayahnya. Ditengah perjalanan, tali sepatuku lepas, aku bermaksud membetulkannya dan menyerahkan hpku pada omku. “tit..tit..”, hpku berbunyi. “buka aja om”, pintaku. Kulihat omku membaca pesan itu sambil tersenyum kemudian berkata “yakin mau pulang?, ntr nyesel….”,dengan senyum genit. Aku terheran. apa sih maksdnya?. Dengan cepat  kuambil hp yg dipegang om, lalu membacanya. Message itu bertulis seperti ini, “fimma, aku tidak tahu siapa kamu, tidak tahu dimana rumahmu, dan belum tahu siapa kamu. Mungkin ini malam terakhir kita bertemu”. Selesai membaca aku mengabaikannya dan tak ada keinginan untuk membalasnya. Malam pun berlalu dengan cepat karena aku sangat capek waktu itu.
Pagi harinya, aku harus segera pergi kesekolah dan mengikuti sepeda hias. Aku diminta guruku untuk mengambil sepeda di rumah temenku. Ok, aku matemenku bergegas kesana. Lagi-lagi ditengah perjalanan aku bertemu dengan arya. Arya tersenyum dibelakangku ketika aku melihat belakang. Begitu juga yang terjdi ketika kami ingin kembali ke sekolah setelah mengambil sepeda. Wah????. Tadi malam dia mz aku seperti itu, dan sekarang ketemu??. Hm… bener2 dech…
Setelah itu, aku sering balas mznya. Dia juga sering menjemputku di LBB. Tapi aku g pernah mau. Saat itu aku anti banget ma yang namanya cowok. Tapi dengan kukuh dia tetap lakuin itu. Bikin sebal aja. Pernah suatu ketika, temenku RIO harus kena getahnya. aku pegang kunci motornya  dan tak ku pernolehkan dia pulang sebelum aku dijemput ayah. Jahat bgt ya aku? “emang”J
Bulan ramadhan pun datang, dia sering ngebangunin aku untuk makan sahur. Abis makan sahur, aku langsung ke kamar dan mzan dengannya.
*och ya, arya punya 2 sahabat, sebut saja eros n ayib. Begitu jg denganku.  Aku punya sebuah group yang bernama diri “THE ANGLE” terdiri dari 6 orang ce yang aneh2...
Hari2pun berlalu. Kami semakin dekat. Dia sering kirim salam lewat radio bersama sahabat karibnya. Begitu juga denganku. Sampai2, aku pernah masuk ruang kepala sekolah bersama temenku, memakai telpon sekolah  untuk on line. Hm… kurang ajar bagt cn??? Hehe..
Seperti biasa aku menjalani hari-hariku yang penuh warna itu bersama temen-temenku. Tapi disuatu malam aku mimpi aneh. Aku dikejar-kejar ular yang besar dan temen2ku hanya diem ja melihatku. Aku terbangun dan ku lihat jam menunjukkan pukul 05.00. hufht…. sudah saatnya aku bangun dan bersiap-siap kesekolah.  Pukul 06.35 aku berangkat sekolah. Maklum anak bandel, tiap hari telat. Dan guruku hafal dengan aku. Tapi g pa2, yang penting sebanding dengan kemampuan, jadi g pernah dihukum. Asyik….
Disekolah aku cerita dengan “the angle” mengenai mimpiku semalam. Seorang dari mereka bilang kalau akan ada orang yang mengatakan rasa sayangnya ke aku. “impossible”, pikirku. teman2 cowokku aja takut ma aku sampai2 mereka bilang aku nie “singa betina” mana mau mereka sama aku. Tapi ga apalah, siapa tahu juga. Hehe..

Pukul 03.15, tanggal 30 sep 2006 sehabis sahur, arya mengutarakan rasa sukanya ma aku dengan cara yang aneh, berbelit-belit dan aku tidak menyukainya. Hem… nie orang pikirku. tak puas dengan jawaban yang aku berikan, arya mz. Tapi.. aku membalas begini “ok, aku jawab pertanyaan mu dihari yang sama tahun 2008 mendatang”. Hm…

tobe countinued.....:)
 


0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.
© Secret Letter | Powered by Blogger | Happy Day Template designed by BlogSpot Design - Ngetik Dot Com